
| Sistem DECT (Digital Enhanced Cordless Telecommunication) |
|
|
|
| Ditulis oleh Agung Setiawan |
| Selasa, 03 Februari 2009 09:35 |
|
DECT adalah sebuah standar teknologi akses radio yang dikembangkan dengan tujuan untuk menciptakan sebuah sistem yang dapat menyediakan akses ke dalam berbagai jaringan telekomunikasi. Standar tersebut adalah standar antarmuka udara yang menunjang interoperabilitas antar perangkat dari berbagai pabrik. DECT merupakan teknologi akses radio yang umum digunakan untuk telekomunikasi dengan jarak atau daerah cakupan yang pendek antara 10 m sampai 5 km dengan kapasitas yang tinggi tergantung dari aplikasi, konfigurasi dan lingkungannya. DECT dapat diadaptasi untuk berbagai aplikasi cordless seperti komunikasi bergerak terbatas, WLL, Cordless PBX dan lain-lain. Sistem DECT dapat diimplementasikan dari sistem dengan single cell multi user hingga multi cell multi user. Sebagai single cell multi user yaitu aplikasi untuk daerah residensial, sedangkan multi cell multi user aplikasinya untuk bisnis, publik, dan local loop. Standar DECT ditetapkan oleh ETSI, badan standar telekomunikasi Eropa yang juga menetapkan standar ISDN di Eropa. Standar ini memiliki beberapa kelebihan baik di pihak operator maupun pada end user, antara lain dapat dengan mudah untuk diperluas sesuai dengan bertambahnya jumlah user, tidak memerlukan perencanaan frekuensi, mampu melayani daerah dengan kepadatan tinggi, sekitar 10000 user per km2, teknologi alternatif yang ekonomis untuk instalasi pada jaringan local loop, mobilitas panggilan dimana user dapat bergerak pada coverage area dan dapat mengadakan atau menerima panggilan, proteksi terhadap penggunaan ilegal (terdapat prosedur autentifikasi), kualitas suara yang baik.DECT memiliki spesifikasi seperti di bawah ini : Frekuensi : 1880 – 1900 MHz Jumlah frekuensi pembawa : 10 Lebar pita per kanal RF : 1,728 MHz Modulasi : GFSK Metode Akses : MC-TDMA, 12 duplex slots/frame Panjang frame : 10 milisec Pengkodean suara : 32 kbps ADPCM Basic duplexing : TDD (Time Division Duplex) dengan 2 slot pada RF carrier yang sama Laju bit total : 1152 kbps Laju bit per kanal bicara : 32 kbps B-field (trafik) 6,4 kbps A-field (control/signalling) Daya pancar maksimum : 250 mWatt Untuk layanan suara, DECT menggunakan teknik pengkodean Adaptive Diffential Pulse Code Modulation dengan laju bit 32 kbps. ADPCM mampu menekan laju bit tarnsmisi menjadi setengah dari laju bit transmisi sistem PCM dengan memodulasi selisih antara dua sinyal sampel sinyal PCM dengan jumlah bit yang lebih sedikit. Untuk layanan data seperti ISDN, sistem DECT akan berperan sebagai stasiun relay yang meneruskan informasi dari perangkat pelanggan ke sentral lokal dengan laju bit transmisi yang beragam. DECT RLL merupakan keseluruhan segmen dari jaringan PTO (Public Telecommunication Operator) antara sentral lokal dengan NTP (Network Termination Point) di sisi pelanggan yang memberikan layanan dengan menggunakan media radio dengan standar DECT sebagai interface udaranya. Secara logika, setiap sistem DECT dibangun oleh dua komponen, Fixed Part (FP) dan Portable Part (PP). Fixed Part terdiri dari satu atau lebih Radio Fixed Part (RFP), controller, dan perangkat pendukung lainnya. Portable Part (PP) adalah pelanggan yang dapat berbentuk terminal/handset DECT atau sebuah Cordless Terminal Adapter (CTA) yang disambungkan dengan terminal non-DECT, misalnya terminal ISDN atau pesawat telepon.
Gambar Konfigurasi jaringan WLL DECT Salah satu ciri khas sistem DECT adalah tidak adanya bagian dari sistem yang menjalankan fungsi-fungsi switching. Fungsi-fungsi switching, routing serta charging dan billing dilakukan oleh sentral lokal atau Local Exchange. Standar DECT memungkinkan antarmuka udara diakses oleh berbagai perangkat dari manufaktur yang berbeda. Berikut ini adalah fungsi dari masing-masing perangkat pada gambar di atas: |
FKHMEI adalah Forum Komunikasi Himpunan Mahasiswa Elektro Indonesia. Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro (HMTE) merupakan anggota FKHMEI wilayah 6.